BOJONEGORO — Boundless Class Futsal Team harus mengakui keunggulan Tim Guru Spensabo dengan skor 1–8 pada babak semifinal Boundless Cup ’26 yang berlangsung di HW Futsal, Selasa (23/6/2026). Hasil tersebut membuat Laskar Boundless harus mengalihkan fokus ke pertandingan perebutan juara ketiga.
Kapten Boundless Class, Alvin Putra Hendry Hermawan, menilai hasil pertandingan tersebut belum sepenuhnya menggambarkan performa tim. Menurutnya, Boundless mampu menunjukkan permainan yang lebih baik pada sejumlah pertandingan sebelumnya. Kekalahan ini pun diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi sebelum menghadapi laga terakhir.
“Kekalahan tersebut bukanlah akhir dari segalanya karena kita tahu bahwa masih ada satu pertandingan yang sangat mungkin untuk kita menangkan,” ujar Alvin.
Ia juga menyebut kurangnya komunikasi antarpemain serta persiapan yang belum maksimal menjadi salah satu faktor yang memengaruhi hasil pertandingan. Kondisi tersebut tidak terlepas dari para pemain yang kini bersekolah dan tinggal di tempat yang berbeda.
“Kekurangan komunikasi antarpemain dan persiapan yang belum maksimal karena perbedaan sekolah serta tempat tinggal menjadi salah satu faktor utama kekalahan ini,” tambahnya.
Boundless sendiri tercatat belum meraih kemenangan dalam pertandingan kompetitif sejak 24 Agustus 2024. Kemenangan terakhir diraih ketika Boundless berhasil mengalahkan Dandelions Class dengan skor tipis 6–5 di KLA Futsal, Bojonegoro.
Meski demikian, kekalahan pada semifinal tidak menyurutkan motivasi Laskar Boundless. Tim kini memiliki satu kesempatan terakhir untuk menutup perjalanan mereka di Boundless Cup ’26 dengan kemenangan.
“Harapan untuk menang sangat besar. Mereka juga sangat lapar untuk memenangkan pertandingan pamungkas kami sebelum akhirnya Boundless menutup perjalanannya di kompetisi futsal,” ujar Alvin.
Boundless Class selanjutnya akan menghadapi Glorious Class dalam laga perebutan juara ketiga Boundless Cup ’26. Pertandingan tersebut menjadi kesempatan terakhir bagi Laskar Boundless untuk meraih kemenangan sekaligus menutup perjalanan mereka di kompetisi dengan hasil positif.
Kapten Boundless Class, Alvin Putra Hendry Hermawan, menilai hasil pertandingan tersebut belum sepenuhnya menggambarkan performa tim. Menurutnya, Boundless mampu menunjukkan permainan yang lebih baik pada sejumlah pertandingan sebelumnya. Kekalahan ini pun diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi sebelum menghadapi laga terakhir.
“Kekalahan tersebut bukanlah akhir dari segalanya karena kita tahu bahwa masih ada satu pertandingan yang sangat mungkin untuk kita menangkan,” ujar Alvin.
Ia juga menyebut kurangnya komunikasi antarpemain serta persiapan yang belum maksimal menjadi salah satu faktor yang memengaruhi hasil pertandingan. Kondisi tersebut tidak terlepas dari para pemain yang kini bersekolah dan tinggal di tempat yang berbeda.
“Kekurangan komunikasi antarpemain dan persiapan yang belum maksimal karena perbedaan sekolah serta tempat tinggal menjadi salah satu faktor utama kekalahan ini,” tambahnya.
Boundless sendiri tercatat belum meraih kemenangan dalam pertandingan kompetitif sejak 24 Agustus 2024. Kemenangan terakhir diraih ketika Boundless berhasil mengalahkan Dandelions Class dengan skor tipis 6–5 di KLA Futsal, Bojonegoro.
Meski demikian, kekalahan pada semifinal tidak menyurutkan motivasi Laskar Boundless. Tim kini memiliki satu kesempatan terakhir untuk menutup perjalanan mereka di Boundless Cup ’26 dengan kemenangan.
“Harapan untuk menang sangat besar. Mereka juga sangat lapar untuk memenangkan pertandingan pamungkas kami sebelum akhirnya Boundless menutup perjalanannya di kompetisi futsal,” ujar Alvin.
Boundless Class selanjutnya akan menghadapi Glorious Class dalam laga perebutan juara ketiga Boundless Cup ’26. Pertandingan tersebut menjadi kesempatan terakhir bagi Laskar Boundless untuk meraih kemenangan sekaligus menutup perjalanan mereka di kompetisi dengan hasil positif.
✓ Link disalin!