SEJARAH
Perjalanan Boundless Cup
Sejarah Boundless Cup
Boundless Cup merupakan turnamen futsal yang diselenggarakan sejak tahun 2025 hingga saat ini, dengan edisi keduanya, Boundless Cup ’26, yang masih berlangsung pada tahun 2026.
Boundless Cup bermula dari sebuah ide yang muncul ketika Boundless Class Futsal Team ingin mengadakan turnamen futsal bersama Tim Guru Spensabo dan mengundang beberapa tim lainnya. Pada saat itu, para pemain dan pencetus ide tersebut masih duduk di bangku SMP, tepatnya di SMP Negeri 1 Bojonegoro.
Ide tersebut pertama kali dicetuskan oleh Alvin Putra Hendry Hermawan, pemain bernomor punggung 9 pada saat itu. Sebelumnya, Alvin berperan dalam membuat Boundless Class Futsal Team menjadi lebih informatif melalui kemampuan editing yang dimilikinya. Hasil karya tersebut kemudian dipublikasikan melalui media sosial Boundless Class.
Selain Alvin, terdapat Muhammad Fakhri Zhafran Tablig, yang sebelumnya mengajak Alvin untuk bergabung dengan Boundless Class Futsal Team sebagai Director of Social Media. Dari sinilah keduanya mulai bekerja sama dalam mengembangkan berbagai ide untuk tim. Alvin kemudian menyampaikan gagasan kepada Fakhri untuk membuat sebuah turnamen futsal yang melibatkan Tim Guru Spensabo dan beberapa tim lainnya.
Namun, pada saat itu, mengajak Tim Guru Spensabo untuk terlibat dalam sebuah kompetisi bukanlah hal yang mudah. Diperlukan proses secara bertahap untuk membangun hubungan dan menciptakan kesempatan bertanding bersama.
Langkah awal pun dimulai dengan mengajak Tim Guru Spensabo untuk melaksanakan pertandingan persahabatan. Pertandingan tersebut akhirnya terlaksana pada Jumat, 14 Maret 2025, dengan skor akhir 2-10 untuk kemenangan Tim Guru Spensabo.
Hubungan tersebut kemudian berlanjut. Pada peringatan ulang tahun SMP Negeri 1 Bojonegoro, Boundless Class Futsal Team kembali mengadakan pertandingan futsal bersama Tim Guru Spensabo untuk kedua kalinya. Pertandingan yang berlangsung di Lapangan Futsal SMPN 1 Bojonegoro tersebut kembali dimenangkan oleh Tim Guru Spensabo dengan skor 2-6.
Sebelum akhirnya para pemain Boundless Class Futsal Team lulus dari SMP Negeri 1 Bojonegoro, pertandingan kembali digelar melawan Tim Guru Spensabo di HW Futsal pada 11 Juni 2025. Pertandingan tersebut berakhir dengan skor 5-16 untuk kemenangan Tim Guru Spensabo.
Meskipun dari tiga pertandingan tersebut Boundless Class Futsal Team belum mampu meraih kemenangan, hasil pertandingan bukanlah tujuan utama. Pertandingan-pertandingan tersebut menjadi salah satu cara untuk membangun kedekatan antara para pemain dengan guru sekaligus menciptakan hubungan yang nantinya menjadi dasar bagi terlaksananya kompetisi yang telah direncanakan.
Awal Mula Boundless Cup ’25
Setelah para pemain berpisah sekolah untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA, Alvin kembali menyampaikan gagasannya. Tepatnya pada 28 Agustus 2025, Alvin mengusulkan sebuah turnamen futsal dengan sistem yang terinspirasi dari format Piala Presiden 2025, dengan menambahkan tim lain, yaitu 8 Spensabo All-Star dan 9 Spensabo All-Star.
Gagasan tersebut mendapat sambutan positif dari Fakhri. Keduanya kemudian bersama-sama mengembangkan konsep tersebut hingga akhirnya dapat diwujudkan menjadi sebuah turnamen. Ide tersebut pertama kali disampaikan kepada para anggota Boundless Class Futsal Team dan mendapat sambutan baik dari seluruh tim.
Pertemuan tersebut sekaligus menjadi momen reuni pertama bagi para anggota Boundless Class Futsal Team setelah kurang lebih enam bulan berpisah karena melanjutkan pendidikan di sekolah masing-masing.
Dalam pelaksanaannya, format Boundless Cup ’25 akhirnya mengalami penyesuaian. Boundless Class Futsal Team sebagai tim tuan rumah ditempatkan untuk bertanding di partai final melawan tim yang berhasil memenangkan pertandingan pada fase-fase sebelumnya.
Pada akhirnya, 9 Spensabo All-Star berhasil melaju ke partai final setelah meraih kemenangan atas 8 Spensabo All-Star dan Tim Guru Spensabo. 9 Spensabo All-Star kemudian berhasil keluar sebagai juara Boundless Cup ’25.
Berlanjut ke Boundless Cup ’26
Kesuksesan penyelenggaraan Boundless Cup ’25 kemudian menjadi awal bagi kelanjutan turnamen tersebut melalui Boundless Cup ’26.
Pada edisi kedua ini, Boundless Class Futsal Team kembali dipertemukan dengan Tim Guru Spensabo. Pertandingan yang berlangsung di HW Futsal tersebut berakhir dengan skor 1-8 untuk kemenangan Tim Guru Spensabo.
Pada pertandingan lainnya, Black Bull 2023/2024 berhasil meraih kemenangan atas Glorious Class dengan skor 4-3, yang juga berlangsung di HW Futsal.
Pertandingan yang dilaksanakan pada bulan Juni tersebut akan dilanjutkan pada bulan Desember. Tim Guru Spensabo akan menghadapi Black Bull 2023/2024 pada partai final untuk memperebutkan gelar juara Boundless Cup ’26. Sementara itu, Boundless Class Futsal Team akan berupaya meraih kemenangan pada Third Place Match menghadapi Glorious Class.
Boundless Cup ’26 juga akan menjadi edisi terakhir Boundless Cup, sekaligus menjadi penutup rangkaian perjalanan Boundless Class Futsal Team dalam kompetisi futsal resmi.
Lebih dari sekadar turnamen dan hasil pertandingan, Boundless Cup menjadi bagian dari perjalanan para pemain Boundless Class Futsal Team. Berawal dari sebuah gagasan sederhana ketika masih duduk di bangku SMP, turnamen ini berkembang menjadi wadah untuk mempererat hubungan antara siswa, alumni, guru, dan berbagai tim yang terlibat. Boundless Cup pada akhirnya bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara, tetapi juga tentang bagaimana sebuah ide dapat diwujudkan dan meninggalkan kenangan bagi orang-orang yang pernah menjadi bagian di dalamnya.